News Detail
5 Hal yang Perlu Anda Tahu Sebelum Donor Darah
Lebih lanjut, dr. Nadia memaparkan bahwa donor darah mampu menjadi solusi untuk membakar lemak. Faktanya, saat mendonorkan darah sebanyak 450 ml, tanpa disadari Anda telah membakar sebanyak 650 kalori.
Kendati demikian, ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan sebelum donor darah. Terlebih, banyak dari masyarakat Indonesia yang belum begitu memahami regulasi dari transfusi darah ini. Apa saja hal-hal tersebut? Ini dia, seperti dilansir Reader’s Digest:
-
Tidak semua orang bisa mendonorkan darah
Ya, tidak semua orang bisa mendonorkan darah. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti minimal usia 17 tahun, memiliki berat badan sekurang-kurangnya 45 kilogram, serta tekanan darah sistolik mesti berada pada kisaran 110-160 mmHg dan diastolik 70-100 mmHg.
-
Memahami dampak minor donor darah
Ada sejumlah dampak minor yang perlu Anda pahami terkait donor darah. Risiko tersebut meliputi memar di sekitar lokasi jarum, lengan yang sakit, pusing, merasa capek, hingga badan lemas. Selain itu, Anda bisa mengalami kekurangan zat besi akibat mendonorkan darah. Jangan khawatir, kondisi ini akan membaik seiring berjalannya waktu.
-
Perlunya menjaga kesehatan sebelum donor darah
Penting bagi Anda untuk makan makanan bergizi, tetap terhidrasi, dan cukup istirahat sebelum mendonorkan darah. Langkah-langkah ini dapat membantu Anda menghindari kondisi yang tidak diinginkan setelah mendonorkan darah.
Setelah proses donor darah usai, Anda mesti segera mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, ikan, unggas, kacang-kacangan, hingga sayuran hijau untuk membantu tubuh menggantikan secara cepat sel-sel darah yang telah Anda sumbangkan.
-
Dilarang donor darah jika mengidap penyakit ini
Jika Anda sedang mengidap penyakit seperti demam, batuk, atau infeksi saluran pernapasan, maka Anda harus menunda donor darah sampai sembuh. Penting juga untuk dicatat bahwa jika Anda menderita TB aktif, Anda tidak boleh menyumbang darah agar tidak menularkan penyakit tersebut.
Anda juga dilarang donor darah jika mengidap penyakit hepatitis B, hepatitis C, klamidia, herpes, kutil kelamin, atau HIV. Jika Anda menderita penyakit menular seksual seperti kencing nanah atau sifilis, Anda harus menunggu 12 bulan setelah pengobatan benar-benar selesai.
-
Tidak ada batasan umur
Bagi Anda yang lansia, jangan ragu untuk mendonorkan darah. Selama kondisi tubuh sehat dan bebas penyakit, donor darah justru baik dan bermanfaat untuk dilakukan. Bila usia Anda di atas 60 tahun, pastikan untuk mengecek kesehatan terlebih dahulu sebelum melakukan donor darah.
Aktivitas donor darah sangat baik untuk kesehatan. Meski begitu, perhatikan lima hal di atas sebelum Anda memutuskan untuk donor darah. Nah, setelah mempersiapkan baik fisik maupun mental, segeralah datang ke kantor Palang Merah Indonesia (PMI) terdekat untuk mendonorkan darah.
Related News
- 21 Juli 2019 21:24:05 Thalassemia Tak Bisa Disembuhkan?
Thalassemia adalah kelainan sel darah merah yang hingga kini tak dapat disembuhkan, tetapi bisa dicegah. Ini caranya.
Mungkin banyak yang merasa asing dengan thalassemia (talasemia). Padahal, penyakit ini menempati urutan kelima kasus terbanyak di Indonesia. Memang hingga kini kelainan sel darah merah ini tidak dapat disembuhkan. Meski begitu, penyakit ini bisa dicegah.
Thalassemia tersebar di seluruh dunia dan cenderung menyerang orang Italia, Yunani, Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka thalassemia yang cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. Di antara penyakit tidak menular lainnya seperti jantung, kanker, ginjal, dan stroke, thalassemia memiliki beban rawat inap tertinggi. Ini karena pasien butuh transfusi darah seumur hidupnya.
- 21 Juli 2019 21:15:39 Launching Aplikasi STR Online Versi 2.0
Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) yang didampingi oleh Kepala Badan PPSDM Kesehatan drg. Usman Sumantri M.Sc dan Sekretaris KTKI, Dra. Oos Fatimah Rosyati M.Kes bersama para pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan RI menghadiri puncak perayaan HUT Badan PPSDM Kesehatan ke-18. Dalam kesempatan kali ini, Menteri Kesehatan RI sekaligus meresmikan peluncuran aplikasi STR Online versi 2.0 yang telah dapat diakses sejak 2 Januari 2019 lalu oleh para pemohon STR, (2/7/2019).
- 21 Juli 2019 21:10:03 Hari Donor Darah Sedunia: Darah Aman untuk Semua
Peringatan yang diinisiasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2005 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perlunya donor darah secara teratur. Darah yang didonorkan dapat menyelamatkan jiwa banyak orang. Transfusi darah dapat menyelamatkan perempuan yang mengalami perdarahan saat kehamilan atau persalinan; anak-anak yang menderita anemia berat karena malaria dan kekurangan gizi; pasien dengan kelainan darah dan sumsum tulang; korban trauma, darurat, bencana dan kecelakaan; serta pasien yang menjalani prosedur medis dan bedah.
- 21 Juli 2019 21:06:35 Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Tranfusi Darah
Transfusi darah adalah prosedur medis di mana seseorang yang menerima darah yang didonorkan dari orang lain untuk membuat kondisi kesehatannya pulih. Sebenarnya, siapa saja yang harus melakukan transfusi darah? Apa yang harus Anda siapkan jika harus ditransfusi? Berikut adalah hal yang harus Anda ketahui sebelum melakukan transfusi darah.

